-->
Info Biologiku

Kumpulan Materi, Soal Biologi dan Perkembangan Sains semoga bermanfaat bagi pembaca

Jumat, Desember 18, 2015

KLASIFIKASI CLASS AMPHIBIA

Karakteristik dan Klasifikasi Class Amphibi

Amphibia berasal dari bahasa Yunani yaitu Amphi yang berarti dua dan Bios yang berarti hidup. Karena itu amphibi diartikan sebagai hewan yang mempunyai dua bentuk kehidupan yaitu di darat dan di air. Pada umumnya, amphibia mempunyai siklus hidup awal di perairan dan siklus hidup kedua adalah di daratan.
Karakteristik umum:
  • Dapat hidup di darat maupun di air.
  • Sebagian besar mengalami metamorfosis dari berudu (akuatis dan bernapas dengan insang) ke fase dewasa (amphibious dan bernapas dengan paru-paru, namun ada yang memiliki insang sepanjang hidupnya).
  • Respirasi mungkin melalui insang, kulit, dan atau paru-paru
  • Pada umumnya kulit dilengkapi dengan kelenjar mukosa ataupun kelenjar racun.
  • Jantung mempunyai dua atrium dan satu ventrikel. Darah pulmoner dan darah sistemik bercampur.
  • Otak dibagi menjadi lima bagian dengan saraf cranial. Sistem syaraf mengalami modifikasi seiring dengan perubahan fase hidup
  • Tidak mempunyai telinga luar. Mempunyai sistem pendengaran, yaitu berupa saluran auditory dan dikenal dengan tympanum
  • Memiliki kelopak mata dan kelenjar air mata yang berkembang baik. Pada mata terdapat membrana nictitans yang berfungsi untuk melindungi mata dari debu dan kekeringan.
  • Tidak mempunyai kuku atau cakar.
  • Anggota badan pentadactylus kecuali pada ordo Apoda.
Class Amphibi ini terdiri dari empat ordo yaitu Urodela (salamander), Apoda (Caecilia), Proanura yang sudah musnah dan Anura ( katak dan bangkongan). Dalam artikel ini akan dibahas mengenai anggota dari ordo Anura atau ordo dengan ciri khas anggotanya tidak mempunayi ekor, khususnya dari family Bufonidae. Karena Anggota dari ordo Anura sering dijumpai di sekitar kita.

 
klasifikasi-class-amphibia

Klasifikasi Family Bufonidae

Klasifikasi:
Kingdom         :Animalia
Filum               :Chordata
Sub filum         :Vertebrata
Class               :Amphibia
Ordo               :Anura
Familia            :Bufonidae
Genus             : Bufo
Spesies           : Bufo sp

Karakteristik Family Bufonidae

Karakteristik Umum dari Famili Bufo atau dikenal sebagai bangkongan ataupun kodok yaitu:
  • Kulit tubuh kasar berbintil-bintil, mempunyai kelenjar paratoid sebagai penghasil racun.
  • Pada sisi tubuh terdapat lipatan kulit berkelenjar mulai dari belakang sampai di atas pangkal paha yang disebut lipatan dorsalateral.
  • Ada juga lipatan yang serupa yang disebut lipatan supra timpatik yang mulai dari belakang mata memanjang di atas gendang telinga dan berakhir di dekat pangkal lengan.
  • Tidak mempunyai ekor.
  • Kaki belakang berfungsi untuk melompat, lebih panjang dari pada kaki depan yang pendek dan ramping.
  • Tidak mempunyai gigi.
  • Gelang bahu archiferal.
  • Jari-jari dengan ujungnya yang tidak terdapat selaput.
  • Fertilisasi eksternal.
  • Pada kebanyakan jenis kodok betina mempunyai ukuran tubuh lebih besar dari pada kodok jantan

Sistem Pernafasan Family Bufonidae

Family Bufo melakukan  difusi oksigen oksigen melalui selaput rongga mulut, kulit, dan paru – paru. Kecuali pada fase berudu bernafas dengan insang karena hidupnya di air . Pada fase berudu  terdapat insang eksternal dan insang internal. Selaput rongga mulut dapat berfungsi sebagai alat pernafasan karena tipis dan banyak kapiler yang bermuara di tempat itu. Saat terjadi gerakan rongga mulut dan faring, lubang hidung terbuka dan glotis tertutup sehingga udara berada di rongga mulut dan berdifusi masuk melalui selaput rongga mulut yang tipis. 

Kodok bernafas pula dengan kulit, ini dikarenakan kulitnya mengandung banyak kapiler sehingga gas pernafasan mudah berifusi. Oksigen yang masuk lewat kulit akan melewati vena kulit (vena kutanea)        jantung    seluruh tubuh. Sebaliknya karbondioksida dari jaringan akan dibawa ke jantung, dari jantung di pompa ke kulit dan paru-paru lewat arteri kulit paru-paru (arteri pulmokutanea).Dengan demikian pertukaran oksigen dan karbondioksida dapat terjadi di kulit. 

Paru-paru pada kodok berhubungan dengan udara luar melalui laring, faring dan lorong-lorong nasal. Lubang dari faring ke laring berupa celah longitudinal yang disebut glottis sedangkan lubang dari lorong-lorong nasal disebut nares internal.

Sistem Transportasi Family Bufonidae

Jantung kodok  terdiri dari tiga ruang yaitu: atrium kiri, atrium kanan, dan ventrikel (2 atrium, 1 ventrikel). Atrium kanan menerima darah yang miskin oksigen dari seluruh tubuh, sedangkan atrium kiri menerima darah dari paru – paru. Darah dari kedua atrium bersama – sama masuk ventrikel. Walaupun tampaknya terjadi percampuran antara darah yang miskin oksigen dengan darah yang kaya oksigen namun percampiurn diminimalisasi oleh adanya sekat – sekat yang terdapat pada ventrikel. Dari ventrikel, darah masuk ke pembuluh darah yang bercabang tiiga. Arteri anterior mengalirkan darah ke kepala dan ke otak. Cabang tengah mengalirkan darah ke jaringan internal dan organ dalam badan, sedangkan arteri posterior dilewati oleh darah yang menuju kulit dan paru – paru Darah vena dari seluruh tubuh mengalir masuk ke sinus venosus dan kemudian mengalir menuju ke atrium kanan. Dari atrium kanan, darah mengalir ke ventrikel yang kemudian di pompa keluar melalui arteri pulmonalis → paru – paru → vena pulmonalis → atrium kanan. Lintasan peredaran darah ini disebut peredaran darah paru – paru.

Sistem Reproduksi Family Bufonidae

Pada kodok terjadi fertilisasi secara eksternal (pembuahan di luar tubuh). Perkawinan dilakukan dengan cara katak jantan menempel di atas punggung katak betina, lalu keduanya menyemprotkan sel – sel gametnya ke luar tubuh

Organ reproduksi pada katak berbeda antara katak jantan dan katak betina. Pada katak jantan terdapat sepasang testis (bentuknya oval, warnanya keputih – putihan) terletak disebelah atas ginjal. Dari testis terdapat saluran yang disebut fasadefferensia yang bermuara di kloaka. Bagian ureter yang dekat kloaka mengalami pembesaran yang disebut vesicusa seminalis yang berfungsi untuk penampungan sementara spermatozoa. Organ reproduksi betina terdiri atas sepasang ovarium yang terdapat pada bagian belakang rongga tubuh diikat oleh penggantungnya yang disebut mesovarium

Sistem Saraf Family Bufonidae

Otak pada family Bufo terbagi menjadi lima bagian. Terdapat sepuluh saraf kranial.Yang mana tiga saraf pertama membentuk pleksus brankial, dan saraf ke-7, 8, 9 membentuk pleksus iskiadikus. Terdapat pelebaran-pelebaran korda saraf sehingga terdapat saraf brankial dan saraf lumbar.
Otak dan tali spinal dibungkus oleh 2 membran yang tebal yaitu durameter yang berbatasan dengan tulang dan pipiamater yang batasan dengan jaringan saraf. Apabila dipandang dari sebelah dorsal, pada otak akan teradapat:
  • Dua lobus olfactorius yang bertanggung jawab untuk organisasi rangsang.
  • Dua erfhaemispharium cerebri yang berfungsi menyimpan ingatan, intelegensia dan mengontrol kebebasan
  • Diencephalon medialis yang berhubungan dengan mata dan keseimbangan.
  •  Dua bulatan lobus opticus untuk koordinasi pengelihatan.
  • Otak kecil untuk koordinasi pergerakan.
  • Medula oblongata untuk koordinasi sebagian besar aktifitas tubuh

Sistem Sensori Family Bufonidae

Famili ini memiliki mata yang dilengkapi dengan kelopak mata atas dan kelopak mata bawah serta membrane niktitans. Bola mata sferis atau bulat, bagian-bagian bola mata berupa konjuntiva, kornea, pupil, iris, lensa, retina, humor aqueus, humor vitrous dan bagian-bagian lain yang sama pada vertebrata umumnya. Mata digerakkan oleh enam otot yaitu otot superior, inferior, rektus internal, rektus eksternal, oblikus inferior, dan oblikus superior.

Alat pendengarannya berupa telinga yang dilengkapi dengan tiga saluran semisirkular, yaitu ventrikal anterior, ventrikal posterior, dan horizontal. Pada telinga tengah terdapat membrab timphani yang membawa impuls-impuls ke kolumella. Telinga tenagh berhubungan dengan faring melalui tabung Eutachii.     

Sistem Pencernaan Family Bufonidae

Alat pencernaan makanan diawali oleh cavum oris dan diakhiri oleh anus. Pada beberapa bagian dari tractus digestoria mempunyai struktur dan ukuruan yang berbeda. Mangsa yang berupa hewan kecil yang ditangkap untuk dimakan akan dibasahi oleh air liur. Katak tidak begitu banyak mempunyai kelenjar ludah. Dari cavum oris makanan akan melalui pharynx, esophagus yang menghasilkan sekresi alkalis  dan mendorong makanan masuk dalam fentrikulus yang berfungsi sebagai gudang percernaan.
Habitat 

Kodok atau bangkongan seperti umumnya amfibi, hidup selalu berasosiasi dengan dua habitat yaitu habitat air dan daratan. Daratan lebih banyak mereka butuhkan sewaktu memasuki stadia kecil (kodok muda) hingga dewasa, sedangkan pada waktu berudu lebih banyak memerlukan air sebagai habitatnya. Namun demikian, amfibia menghuni habitat yang sangat bervariasi dari tergenang di bawah air sampai yang hidup di pucuk pohon. Distribusi kodok meliputi daerah tropis dan sub tropis, akan tetapi pertumbuhanya akan optimum apabila hidup pada daerah tropis.

Manfaat Family Bufonidae Bagi Manusia

Anggota family Bufonnidae ini sebagian besar pemakan insekta. Sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pengendali hama secara biologis.

Silakan kunjungi artikel Info Biologi lainnya. semoga bermanfaat.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : KLASIFIKASI CLASS AMPHIBIA

  • Klasifikasi Avertebrata (bagian III) 5. PHYLUM ECHINODERMATA a.  Ophiotrix sp  1). Klasifikasi: Kingdom   : Animalia Phylum      :Echinodermata Class  & ...
  • Hormon Reproduksi dan Fungsinya Di dalam tubuh manusia terdapat berbagai jenis hormon. Pada sistem reproduksi terdapat hormon-hormon reproduksi yang sangat berperan bagi siklus reproduksi manusia. ...
  • KLASIFIKASI MYRIAPODADalam penggolongannya Myriapoda merupakan gabungan dari dua subkelas, yakni: 1.      Sub Kelas Chilopoda 2.      Sub ...
  • Variabel PenelitianDalam penelitian ilmiah, kita sering menjumpai beberapa variabel penelitian. Berikut penjelasannya. Variabel Independen (Variabel Bebas) / Variabel Eksogen : ...
  • Sistematika Tumbuhan KLASIFIKASI LEGUMINOSAE DAN PENJELASANNYA Leguminosae adalah salah satu family dari ordo Rosales. Suku ini merupakan satu diantara suku terbesar (Leguminosae, Gra ...