-->
Info Biologiku

Kumpulan Materi, Soal Biologi dan Perkembangan Sains semoga bermanfaat bagi pembaca

Rabu, November 30, 2016

Sistematika Vertebrata



Amphibia berasal dari bahasa Yunani yaitu Amphi yang berarti dua dan Bios yang berarti hidup. Karena itu amphibi diartikan sebagai hewan yang mempunyai dua bentuk kehidupan yaitu di darat dan di air. Pada umumnya, amphibia mempunyai siklus hidup awal di perairan dan siklus hidup kedua adalah di daratan.
Amphibi
1. Karakteristik umum:
a.       Dapat hidup di darat maupun di air.
b.      Sebagian besar mengalami metamorfosis dari berudu (akuatis dan bernapas dengan insang) ke fase dewasa (amphibious dan bernapas dengan paru-paru, namun ada yang memiliki insang sepanjang hidupnya).
c.       Respirasi mungkin melalui insang, kulit, dan atau paru-paru
d.      Pada umumnya kulit dilengkapi dengan kelenjar mukosa ataupun kelenjar racun.
e.       Jantung mempunyai dua atrium dan satu ventrikel. Darah pulmoner dan darah sistemik bercampur.
f.       Otak dibagi menjadi lima bagian dengan saraf cranial. Sistem syaraf mengalami modifikasi seiring dengan perubahan fase hidup
g.      Tidak mempunyai telinga luar. Mempunyai sistem pendengaran, yaitu berupa saluran auditory dan dikenal dengan tympanum
h.      Memiliki kelopak mata dan kelenjar air mata yang berkembang baik. Pada mata terdapat membrana nictitans yang berfungsi untuk melindungi mata dari debu dan kekeringan.
i.        Tidak mempunyai kuku atau cakar.
j.        Anggota badan pentadactylus kecuali pada ordo Apoda.
Class Amphibi ini terdiri dari empat ordo yaitu Urodela (salamander), Apoda (Caecilia), Proanura yang sudah musnah dan Anura ( katak dan bangkongan). Dalam paper ini akan dibahas mengenai anggota dari ordo Anura atau ordo dengan ciri khas anggotanya tidak mempunayi ekor, khususnya dari family Bufonidae. Karena Anggota dari ordo Anura sering dijumpai di sekitar kita. OSSsss
B. Family Bufonidae
1.Klasifikasi:
  • Kingdom         :Animalia
  • Filum               :Chordata
  • Sub filum        :Vertebrata
  • Class              :Amphibia Subclass :Lissamphibia
·       Ordo             :Anura
·      Familia            :Bufonidae
·      Genus             : Bufo
·       Spesies           : Bufo sp
2. Karakteristik
Karakteristik Umum dari Famili Bufo atau dikenal sebagai bangkongan ataupun kodok yaitu:
  1. Kulit tubuh kasar berbintil-bintil, mempunyai kelenjar paratoid sebagai penghasil racun.
  2. Pada sisi tubuh terdapat lipatan kulit berkelenjar mulai dari belakang sampai di atas pangkal paha yang disebut lipatan dorsalateral.
  3. Ada juga lipatan yang serupa yang disebut lipatan supra timpatik yang mulai dari belakang mata memanjang di atas gendang telinga dan berakhir di dekat pangkal lengan.
  4. Tidak mempunyai ekor.
  5. Kaki belakang berfungsi untuk melompat, lebih panjang dari pada kaki depan yang pendek dan ramping.
  6. Tidak mempunyai gigi.
  7. Gelang bahu archiferal.
  8. Jari-jari dengan ujungnya yang tidak terdapat selaput.
  9. Fertilisasi eksternal.
  10. Pada kebanyakan jenis kodok betina mempunyai ukuran tubuh lebih besar dari pada kodok jantan
Secara umum, terdapat perbedaan antara katak dengan bangkongan (kodok) walaupun keduanya dalam satu ordo. Perbedaanya antara lain:
Perbedaan
Bufonidae (kodok/bangkongan)
Ranidae (katak)
Kulit
Kasar, berbintil, ada kelenjar paratoid (penghasil racun)
Kasar atau  halus, kadang berbintil
Gigi
Tidak punya
Mempunyai gigi maksila dan palatum
Jari-jari
Pada ujung tidak berselaput
Seluruhnya berselaput
Rangka
·   Ekstremitas posterior pendek
·         Sternum saling tumpang tindih
·   Illium tidak terdapat bendera
·   Ekstremitas posterior lebih panjang dan berselaput untuk berenang dan melompat
·   Sternum menyatu
·   Illium terdapat bendera
Gelang bahu
arciferal
firmisternal

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sistematika Vertebrata

  • KLASIFIKASI CLASS AMPHIBIA Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE ...
  • Keanekaragaman Hayati Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah keanekaragaman organisme yang menunjukkan keseluruhan variasi gen, jenis, dan ekosistem kehidupan di bumi. Tingginya tingka ...
  • Sindrom Down Kebanyakan anak dengan sindrom down memiliki ekstra kromosom 21 sebagai hasil dari gagalnya pemisahan saat pembentukan gamet. Ciri anak dengan sindrom down adalah ...
  • Tahap Perkembangan Embrio Setelah Ovum mengalami pertemuan dengan sperma dan menghasilkan zigot. Maka akan terjadi tahap perkembangan embrio. Coba kamu perhatikan perkembangan embrio di bawah i ...
  • Klasifikasi Avertebrata (bagian III) 5. PHYLUM ECHINODERMATA a.  Ophiotrix sp  1). Klasifikasi: Kingdom   : Animalia Phylum      :Echinodermata Class  & ...