-->
Info Biologiku

Kumpulan Materi, Soal Biologi dan Perkembangan Sains semoga bermanfaat bagi pembaca

Minggu, November 17, 2013

Biogas dari Kotoran Manusia


Proses awal perombakan limbah manusia dalam sumur digester adalah proses hidrolisis dari bahan organik  yang mudah larut dan terurai dari bentuk komplek menjadi  sederhana.  Tahap  berikut  dilanjutkan  pada  proses  pengasaman  dimana bagian  yang  telah  terlarut  dan  disederhanakan  membentuk  asam  organik  dan alkohol/etanol. Tahap akhir pembentukan  gas  methane (CH) melalui tiga cara :
1.      Pertama, melalui perombakan asam-asam organik membentuk gas methana
2.      Kedua, melalui  oksidasi  alkohol/ethanol  oleh  karbondioksida  membentuk  gas  methana.
3.      Ketiga, melalui reduksi karbondioksida membentuk gas methana. (Mc Garry dan Stainforth, 1989)
Akumulasi gas methana dari ketiga proses perombakan akan ditampung pada tungkup gas (holding gas) dan disalurkan melalui pipa distribusi menggunakan kran control ke tempat pengguna gas.
Secara  umum  penunjang   instalasi biogas dimulai dari WC sebagai  pengumpul  kotoran  manusia,  pipa  penyalur  kotoran manusia,  sumur  pencerna  (digester), tungkup gas (holding  gas),  sumur  resapan,  pipa  distribusi  penyalur  gas  lengkap  dengan kran kontrol,dan kompor gas. Bangunan instalasi berdiri di atas fondasi.
Prinsip utama mengusahakan terwujudnya kondisi anaerob di dalam sumur pencerna  dengan  tungkup  gas  agar  mikroorganisme  anaerob  dapat  tumbuh  dan berkembang biak sehingga aktivitas perombakan manusia untuk membentuk bio gas meningkat (Sihombing dan Simamora, 1988). Penempatan  sumur  pencerna  dalam  tanah  agar  temperatur  didalam  sumur pencerna lebih stabil pada kisaran 33-38oC (Stafford et al., 1978 dan Barnett et al., 1978).
Sumur  pencerna  (digester)  dibangun  dua  buah  dengan  sistem  bejana berhubungan  bertujuan  untuk  memaksimalkan  perombakan  bahan  organik  untuk menghasilkan bio gas lebih banyak dan cairan akhir (effluent) dengan kandungan organik  serendah  mungkin.  Limbah  cair  diupayakan  meresap  kedalam  tanah modifikasi septic tank yang biasa dikembangkan agar lebih elastic dimana limbah akhir tidak muncul dipermukaan (Tugaswati dan Nugroho, 1985).
    Tungkup gas dirancang dari kerangka besi beton yang dililit dengan kawat ram kemudian di semen (ferro cement) untuk menjamin kekuatan dan tidak bocor. Tungkup gas terletak diatas sumur pencerna I antara dua dinding (luar dan dalam) sebagai isolasi sehingga semua gas terbentuk dapat terhimpun. Di atas tungkup gas diletakkan pengukur tekanan gas (pressure gauge) agar setiap saat dapat mengetahui tekanan gas

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Biogas dari Kotoran Manusia