Proses awal perombakan limbah manusia dalam sumur
digester adalah proses hidrolisis dari bahan organik yang mudah larut dan terurai dari bentuk
komplek menjadi sederhana. Tahap
berikut dilanjutkan pada proses pengasaman
dimana bagian yang telah
terlarut dan disederhanakan membentuk
asam organik dan alkohol/etanol. Tahap akhir
pembentukan gas methane (CH) melalui tiga cara :
1. Pertama,
melalui perombakan asam-asam organik membentuk gas methana
2. Kedua,
melalui oksidasi alkohol/ethanol oleh
karbondioksida membentuk gas
methana.
3. Ketiga,
melalui reduksi karbondioksida membentuk gas methana. (Mc Garry dan Stainforth,
1989)
Akumulasi gas methana dari ketiga
proses perombakan akan ditampung pada tungkup gas (holding gas) dan disalurkan
melalui pipa distribusi menggunakan kran control ke tempat pengguna gas.
Secara umum
penunjang instalasi biogas
dimulai dari WC sebagai pengumpul kotoran
manusia, pipa penyalur
kotoran manusia, sumur pencerna
(digester), tungkup gas (holding
gas), sumur resapan,
pipa distribusi penyalur
gas lengkap dengan kran kontrol,dan kompor gas. Bangunan
instalasi berdiri di atas fondasi.
Prinsip utama mengusahakan
terwujudnya kondisi anaerob di dalam sumur pencerna dengan
tungkup gas agar
mikroorganisme anaerob dapat
tumbuh dan berkembang biak
sehingga aktivitas perombakan manusia untuk membentuk bio gas meningkat
(Sihombing dan Simamora, 1988). Penempatan sumur
pencerna dalam tanah
agar temperatur didalam
sumur pencerna lebih stabil pada kisaran 33-38oC (Stafford et
al., 1978 dan Barnett et al., 1978).
Sumur pencerna
(digester) dibangun dua
buah dengan sistem
bejana berhubungan bertujuan untuk
memaksimalkan perombakan bahan
organik untuk menghasilkan bio
gas lebih banyak dan cairan akhir (effluent) dengan kandungan organik serendah
mungkin. Limbah cair
diupayakan meresap kedalam
tanah modifikasi septic tank yang biasa dikembangkan agar lebih elastic
dimana limbah akhir tidak muncul dipermukaan (Tugaswati dan Nugroho, 1985).
Tungkup
gas dirancang dari kerangka besi beton yang dililit dengan kawat ram kemudian
di semen (ferro cement) untuk menjamin kekuatan dan tidak bocor. Tungkup gas
terletak diatas sumur pencerna I antara dua dinding (luar dan dalam) sebagai
isolasi sehingga semua gas terbentuk dapat terhimpun. Di atas tungkup gas
diletakkan pengukur tekanan gas (pressure gauge) agar setiap saat dapat
mengetahui tekanan gas